Home » Bali Beach Hotel Perjalanan Sejarah
Berdiri tegak sebagai penghormatan terhadap sejarah, merayakan akar visioner yang membentuk keramahtamahan Indonesia.
Merangkul gaung dari masa lalu, cagar alam yang disayangi ini menyambut kebangkitan warisan yang kaya, jalinan benang warisan dan tradisi menjadi kemegahan yang diperbarui.
Pada awal tahun 1960an, pertemuan diam-diam antara Presiden Soekarno dan pelukis Belgia Adrien-Jean Le Mayeur menjadi pemicu perjalanan Bali menuju pariwisata global. Le Mayeur yang bermukim di Sanur terkenal dengan lukisan-lukisannya yang menggugah yang menggambarkan keindahan dan jiwa kehidupan masyarakat Bali. Karya seninya sangat menyentuh hati Sukarno—bukan hanya sebagai negarawan, namun juga sebagai pecinta budaya dan visioner.
Pada tahun 1962, ia mengambil langkah berani menuju impian tersebut dengan memulai pembangunan Bali Beach Hotel, yang berlokasi strategis di samping kediaman Le Mayeur. Ini akan menjadi hotel berstandar internasional pertama di Bali, & merupakan simbol kesiapan Indonesia menyambut dunia.
Bali Beach Hotel diresmikan pada tanggal 1 November 1966 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Meski Presiden Sukarno adalah sosok visioner di balik pendirian hotel tersebut, namun ia tidak hadir dalam peresmian tersebut. Bahkan, dia tidak pernah mendapat kesempatan untuk tinggal di sana karena dia menjadi tahanan rumah di Wisma Yaso pada tahun-tahun terakhirnya. Bali Beach Hotel memegang keunggulan sebagai hotel berstandar internasional pertama di Bali dan tetap menjadi satu-satunya hotel di pulau ini yang diizinkan memiliki ketinggian melebihi 15 meter, atau setinggi sembilan lantai.
Pada 1979, hotel ini secara resmi berganti nama menjadi Bali Beach Hotel dan ditempatkan di bawah manajemen PT Hotel Indonesia International (HII), sebuah badan usaha milik negara yang didirikan untuk memprofesionalkan pengelolaan properti perhotelan terkemuka di Indonesia.
Hal ini menandai transisi penting, dengan fokus baru pada peningkatan standar layanan dan memposisikan hotel sebagai simbol kebanggaan Indonesia di sektor pariwisata.
Pada awal tahun 2000-an, merger strategis antara PT Hotel Indonesia International dan PT Natour dimulai untuk mengkonsolidasikan aset perhotelan milik negara. Penggabungan ini bertujuan untuk menyatukan manajemen, menyederhanakan operasional, dan membangun merek hotel nasional yang kohesif.
Oleh karena itu, hotel ini berganti nama menjadi Inna Grand Bali Beach Hotel, selaras dengan merek “Inna” yang tersebar di seluruh jaringan. Kemudian mengalami penyempurnaan nama menjadi Grand Inna Bali Beach Hotel, melanjutkan perjalanannya sebagai ikon warisan budaya di sepanjang pantai Sanur.
Pada tahun 2021, hotel ini sedang dalam proses restorasi untuk menjadi satu-satunya bangunan tepi pantai 10 lantai di Bali dengan 273 Kamar dan suite yang menghadap ke laut Pantai Sanur yang masih asli.
Bali Beach Hotel telah menjadi bagian dari Heritage Hotel Collection of Injourney – sebuah perusahaan milik negara Pemerintah Indonesia yang bercita-cita untuk menjadi penghormatan hidup atas kesatuan Indonesia dalam keberagaman, memupuk lingkungan tempat sejarah berkembang, tradisi berkembang, dan tamu menjadi bagian dari warisan abadi